Bahan atap membrane yang kami maksud di sini adalah bahan atap yang digunakan untuk konstruksi tenda membrane. Biasanya berwarna putih dan telihat sangat fleksibel ketika terpasang, lentur namun kuat. Ditarik oleh kawat sling dan dikaitkan pipa baja, akan terbayang betapa kuatnya bahan atap tersebut. 

terbuat dari apa bahan atap membrane tersebut ?

bahan atap membrane
komposisi bahan atap membrane

yaaa, bahan yang beredar di pasar Indonesia adalah jenis PVC tarpaulin, sebuah komposit/campuran antara polyester dengan bubuk PVC yang diproduksi menggunakan teknologi coating. Polyester yang digunakan diproduksi dengan teknologi tenun dan mempunyai ketebalan tertentu biasanya sekitar 1000 denier atau lebih. Tenunan polyester ini menjadi sumber dari kekuatan tarik bahan tersebut. Sedangkan bubuk PVC digunakan sebagai coating pelapis untuk polyester tersebut. Coating PVC bergunan untuk memastikan bahan ini menjadi waterproof, tahan terhadap air hujan.

Setelah tenunan polyester di coating dengan PVC ditambahkan pelapis akhir yaitu yang disebut lacquering, lapisan ini membantu PVC tahan akan perubahan cuaca, seperti hujan, panas, debu, serta udara polutif. Ada beberapa jenis lacquering yang beredar di Indoensia yaitu acrylic, PVDF weldable, dan high concentrate PVDF. Jenis terakhir adalah lapisan terbagus untuk melindungi komposite dari hujan yang bersifat asam, dan debu.

mesin produksi bahan membrane
mesin produksi bahan membrane

merk apa saja yang beredar di Indonesia ?

Beberapa merk bahan yang beredar di Indoensia adalah AGTex composite membrane, Serge Ferrari, Hiraoka, Mehler, HEYTex membrane, DICKSON coating, Verseidag, SIOEN, dan bahan import dari Tiongkok yang diberi label di Indonesia seperti zoe dan uno. Diantara merk merk tersebut AGTex merupakan satu satunya produksi dalam negeri, sehingga stok selalu tersedia dan mempunyai paling banyak varian. Sedangkan untuk bahan import ada yang masuk via distributor resmi namun ada juga importir biasa yang bukan distributor.

tahan berapa lama bahan atap membrane ?

berdasarkan pengalaman bahan ini mampu bertahan di Indonesia sekitar 10 tahun, dengan syarat pemasangan benar dan rangka tenda juga mendukung. Namun untuk daerah tertentu yang lembab sering tumbuh jamur akibat debu yang menempel, sebaiknya dibersihkan agar menambah umur dari konstruksi tersebut.

Total Page Visits: 181 - Today Page Visits: 2